CIANJUR TIMES, Haurwangi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary Cianjur menggelar program penyuluhan anti-bullying di SD Negeri Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 49 siswa kelas 5 sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Penyuluhan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan melibatkan 16 siswa laki-laki dan 33 siswa perempuan. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan permainan interaktif untuk membangun suasana belajar yang nyaman bagi para siswa.
Mahasiswa KKN kemudian menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampaknya terhadap korban maupun pelaku. Selain penyampaian materi, siswa juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya menghargai teman dan menjaga sikap dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa menyampaikan pengalaman mereka terkait ejekan dan perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan sebaya. Mahasiswa kemudian mengarahkan diskusi pada pentingnya membangun empati dan menciptakan hubungan pertemanan yang sehat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, para siswa menuliskan harapan dan ajakan untuk saling menghargai pada lembar kertas yang kemudian mereka tempel pada media bertajuk “Pohon Harapan”. Sebagai penutup, seluruh peserta dan mahasiswa KKN berfoto bersama.
Apresiasi Sekolah Pada Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary
Kepala SD Negeri Cihea, Ajeng Puspa, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN IAI Al-Azhary yang menghadirkan edukasi mengenai pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas adanya program penyuluhan ini. Kegiatan ini sangat membantu sebagai pengingat bagi anak-anak agar lebih berhati-hati dalam bercanda dan menjaga ucapan kepada teman-temannya,” ujarnya.
Ketua KKN Kelompok 1 IAI Al-Azhary, Andika Rajeswara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan anak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa. Khususnya mengenai pentingnya saling menghormati, menjaga perasaan teman, dan mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah,” katanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berharap kesadaran siswa tentang pentingnya menghargai teman. Selain itu juga menjaga lingkungan sekolah yang positif dapat terus tumbuh. Sehingga SDN Cihea tetap menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.










