CIANJUR TIMES, Cikalongkulon – Seorang pedagang keliling yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam di Waduk Cirata ditemukan meninggal dunia pada Rabu (29/7/2026) pagi setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak sehari sebelumnya.
Korban diketahui bernama Cece (31), warga Kampung Tabrik RT 06/RW 03, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat beraktivitas menggunakan perahu kecil di perairan Waduk Cirata, tepatnya di sekitar wilayah Desa Cijambu, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, yang berbatasan dengan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Kapolsek Cikalongkulon AKP Arip Titim Firmanto mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 07.40 WIB. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Korban berhasil ditemukan pada pukul 07.40 WIB dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 300 meter dari lokasi awal diduga tenggelam. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP Arip Titim Firmanto, Rabu (29/7/2026).
Operasi Pencarian Korban Tenggelam Telah Selesai
Ia menjelaskan, proses evakuasi selesai sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah seluruh tahapan penanganan selesai tim gabungan lakukan, operasi pencarian resmi berhenti setelah penemuan korban.
“Dengan telah ditemukannya korban dan teridentifikasi dalam keadaan meninggal dunia, operasi SAR resmi kami tutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian melaksanakan debriefing dan kembali ke kesatuan masing-masing,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan 37 personel gabungan dari Basarnas, Polsek Maniis, Polsek Cikalongkulon, Satpolair Polres Cianjur, BPBD, Damkar, Satpol PP, relawan Retana Ciranjang, serta Pramuka Cikalongkulon. Tim juga mengerahkan tiga perahu karet (LCR), kendaraan rescue, perlengkapan penyelamatan air, dan perangkat komunikasi. Selain itu juga alat pelindung diri untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.
AKP Arip menambahkan, selama proses pencarian hingga evakuasi berlangsung, situasi di lokasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan para relawan. Yang telah bekerja sama dalam proses pencarian hingga korban berhasil kita temukan. Kami juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” pungkasnya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Selasa (28/7/2026) dini hari saat berjualan menggunakan perahu kecil. Berdasarkan hasil asesmen awal, perahu yang digunakan korban diduga menabrak pancuh atau bambu penanda di jalur perairan hingga kehilangan keseimbangan dan terbalik.***










