Menu

Mode Gelap
Kebakaran Gunung Gede Diperkirakan Capai 20 Hektare, Pemkab dan Polres Tingkatkan Kesiapsiagaan KKN IAI Al-Azhary Gelar Edukasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula di SMA Terbuka Karyabakti Cihea Hari Keempat Kebakaran Gunung Gede, Empat Titik Bara Api Masih Terpantau Perumdam Tirta Mukti Cianjur Pastikan Kualitas Air untuk 50 Ribu Pelanggan Tetap Terjaga Saat Kemarau Dana Pensiun PNS Tembus Rp 1 Miliar, Cek Faktanya Pria di Cilaku Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Berita

Antisipasi Korban Tenggelam, Pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur Wajib Bentuk Tim Pengawasan

badge-check

Antisipasi Korban Tenggelam, Pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur Wajib Bentuk Tim Pengawasan Perbesar

CIANJUR TIMES – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur menginstruksikan setiap pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur membentuk tim pengawasan khusus menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini adalah upaya untuk memastikan tidak ada wisatawan yang berenang di laut, sekaligus mencegah korban tenggelam akibat terseret gelombang tinggi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Ayi Reza Addairobi, mengatakan beberapa pantai di selatan Cianjur menjadi spot primadona bagi wisatawan, seperti Pantai Jayanti, Pantai Apra, Pantai Karangpotong, Pantai Ciwidig, dan Pantai Cemara.

Namun, Ayi Reza menegaskan bahwa pantai selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memiliki karakter gelombang tinggi dan berbahaya. Sehingga, tidak cocok bila menjadi lokasi berenang.

“Di momen libur Natal dan Tahun Baru, tingkat kunjungan ke Wisata Pantai Selatan Cianjur cukup tinggi. Tapi sayangnya pantai selatan tidak untuk berenang. Jadi wisatawan hanya bisa menikmati pemandangan dan bermain di tepi saja,” kata Ayi, Rabu (3/12/2025).

Dinas Himbau Pengelola Perketat Pengawasan

Menurutnya, larangan untuk berenang sudah terpasang di setiap pantai, tetapi masih banyak wisatawan yang tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Seperti peristiwa beberapa hari lalu, wisatawan tenggelam saat berenang ke tengah laut. Padahal sudah ada larangan,” ujar Ayi.

Oleh karena itu, Ayi meminta seluruh pengelola Wisata Pantai Selatan Cianjur, yang kebanyakan masuk dalam pengelolaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), untuk membentuk tim pengawasan. Tim ini bertugas memastikan tidak ada wisatawan yang nekat berenang dan menjadi korban tenggelam.

“Kami koordinasi dan minta mereka untuk bentuk tim pengawasan, tidak hanya memasang plang. Kami berharap tidak ada lagi korban tenggelam di momen libur Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Unit SAR Cianjur, Andika Zein, mengatakan pihaknya juga menyiagakan tim untuk momen libur Nataru. “Dengan jumlah personel yang ada, kami menyiapkan tim untuk mobile. Jadi jika terjadi kecelakaan laut, petugas langsung kami kerahkan untuk melakukan pencarian hingga evakuasi,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran Gunung Gede Diperkirakan Capai 20 Hektare, Pemkab dan Polres Tingkatkan Kesiapsiagaan

11 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kebakaran gunung gede

KKN IAI Al-Azhary Gelar Edukasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula di SMA Terbuka Karyabakti Cihea

11 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Pendidikan Demokrasi

Hari Keempat Kebakaran Gunung Gede, Empat Titik Bara Api Masih Terpantau

10 Agustus 2026 - 08:17 WIB

kebakaran gunung gede

Perumdam Tirta Mukti Cianjur Pastikan Kualitas Air untuk 50 Ribu Pelanggan Tetap Terjaga Saat Kemarau

9 Agustus 2026 - 20:37 WIB

tirta mukti cianjur

Dana Pensiun PNS Tembus Rp 1 Miliar, Cek Faktanya

9 Agustus 2026 - 20:10 WIB

dana pensiun pns
Trending di Berita