Menu

Mode Gelap
Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI Rumah dan Pondok Pesantren di Bojongpicung Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta Disbudpar Cianjur Catat Retribusi Wisata Cibodas Capai Rp500 Juta, Naik 100 Persen dari Tahun Lalu Bunga Edelweiss Dikelilingi Sampah Plastik, BBTNGGP Siapkan Operasi Bersih di Alun-Alun Suryakencana

Berita

KPU Gaet Forum Medsos Cianjur untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

badge-check

KPU bersama Forum medsos Cianjur saat giat sosilasi Pilkada cianjur di Elmera Cafe, Cianjur, Kamis (19/9/2024). (Foto : FMC). Perbesar

KPU bersama Forum medsos Cianjur saat giat sosilasi Pilkada cianjur di Elmera Cafe, Cianjur, Kamis (19/9/2024). (Foto : FMC).

CIANJURTIMES, CianjurKomisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur menggaet Forum Medsos Cianjur (FMC) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cianjur 2024. Lewat kegiatan sosialisasi bertajuk peran media dalam Pilkada Cianjur 2024, di Cafe Elmera, Jalan Abdullah bin Nuh, Kamis (19/9/2024).

Nampak dalam kegiatan, Ketua FMC Ikbal Selamet, puluhan admin medsos, dan anggota KPU. Serta turut hadir Bawaslu Cianjur dan Ketua Forum Pemred Cianjur Gia Gusniar yang hadir sebagai narasumber. Adapun tajuk yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah misi meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada Cianjur 2024.

Ketua Forum Medsos Cianjur Ikbal Selamet menegaskan, kegiatan tersebut sebagai tahapan sosialisasi terkait peran media saat menghadapi Pilkada Cianjur 2024 mendatang.

“Kami beserta KPU Cianjur berinisiasi dalam menyosialisasikan bagaimana peran media ketika menghadapi Pilkada 2024,” ujar Ikbal, Kamis (19/9/2024).

Menurutnya, dalam peningkatan partisipasi masyarakat menyukseskan pemilu, ada peran media yang mampu menarik kaum Gen Z dan Milenial untuk turut serta dalam Pilkada 2024.

“Sebagaimana kita tahu bahwa hampir semua kaum Gen Z dan kaum milenial selalu mengonsumsi informasi dari berbagai konten atau postingan yang ada di media sosial,” imbuhnya.

Selain itu, Ia juga megingatkan para anggota Forum Media Sosial untuk berhati-hati dalam menayangkan konten postingan. Jangan sampai terbawa oleh narasi titipan sehingga menimbulkan kesan tidak adanya netralitas dari FMC.

“Kita harus tetap netral, harus hati-hati dalam postingan. Pastikan dipelajari dulu, jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak tertentu,” terangnya.

Ikbal juga menambahkan, para media wajib tidak menayangkan iklan paslon ketika memasuki masa tenang.

“Jangan sampai ada media yang menayangkan paslon saat memasuki masa tenang. Karena terdapat aturan dan sanksi yang berlaku, sehingga para media harus sering berkonfirmasi kepada Bawaslu terkait perihal tersebut,” tegasnya.

BACA JUGA : Wahyu – Ramzi Dapat Dukungan Purna ASN dan Kades Cianjur

Forum Medsos Cianjur dan Peran Vital media dalam Pilkada

Ketua Forum Pemred Cianjur, Gia Gusniar saat menjadi narasumber dalam sosialisasi KPU bersama Forum Medsos Cianjur, Kamis (19/9/2024). (Foto : FMC)

Sementara itu, Ketua Forum Pemred Cianjur Gia Gusniar mengungkapkan, peran media dalam pilkada sangat vital. Terutama untuk menjamin transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

“Media harus menjalankan perannya secara profesional, independen dan berimbang. Agar dapat memberikan informasi yang akurat dan mendorong partisipasi pemilih yang cerdas,” katanya.

Ia menambahkan, media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai proses dan ketentuan pilkada, kinerja peserta pilkada, serta hak dan kewajiban pemilih. Melalui peran tersebut, sambung dia, media termasuk Forum Medsos Cianjur, ikut aktif melakukan pendidikan politik, yaitu membantu masyarakat menentukan pilihan politik mereka.

“Tak hanya sekadar menyebarkan informasi, media juga memiliki peran sebagai pengawas pilkada. Perannya penting dalam melakukan kontrol atas pelaksanaan pilkada, dengan melaporkan praktik-praktik curang, sejak tahap pendaftaran pemilih hingga penghitungan suara,” paparnya.

Menurutnya, pilkada tidak akan membawa perbaikan jika publik tidak mendapatkan informasi yang benar dan berimbang. Terkhusus menyangkut sistem pemilihan serta kualitas calon.

“Informasi melalui media terhadap pelaksanaan pilkada dan kualitas calon, adalah sarana bagi publik untuk melakukan ‘fit and proper tes’ guna menjatuhkan pilihan terhadap calon pemimpinnya,” pungkasnya.(arm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

Sudah ditampilkan semua
Baca Lainnya

Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung

26 Juli 2026 - 18:41 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur

25 Juli 2026 - 22:21 WIB

maling motor di Bojongpicung

Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI

25 Juli 2026 - 08:27 WIB

air minum tirta mukti

Rumah dan Pondok Pesantren di Bojongpicung Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta

25 Juli 2026 - 07:45 WIB

kebakaran di bojongpicung

Disbudpar Cianjur Catat Retribusi Wisata Cibodas Capai Rp500 Juta, Naik 100 Persen dari Tahun Lalu

24 Juli 2026 - 18:27 WIB

kunjungan ke kebun raya cibodas
Trending di Berita