Cianjur Times – Warga di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menemukan seorang pria yang tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan pada Selasa (17/3) dini hari. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan kasus pemudik meninggal di tengah arus perjalanan Lebaran 2026.
Korban diketahui bernama Makbulah (44), warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Warga menemukannya sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Cibubur–Cileungsi, salah satu jalur penghubung utama wilayah Bogor dan Bekasi.
Awalnya, warga mengira korban hanya sedang beristirahat atau tertidur di pinggir jalan. Namun setelah warga melihat lebih dekat, korban ternyata sudah tidak bernapas.
Kapolsek Cileungsi, Edison, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Korban pertama kali ditemukan warga sepulang salat subuh. Awalnya warga mengira korban tertidur, tetapi ternyata sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Barang Bawaan Korban Terlihat untuk Perjalanan Jauh
Petugas dari Polsek Cileungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban membawa beberapa barang yang mengindikasikan ia sedang melakukan perjalanan jauh.
Petugas menemukan tas berisi pakaian ganti, telepon genggam, serta dompet yang memuat identitas diri berupa KTP atas nama Makbulah. Selain itu, terdapat pula sejumlah uang tunai.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban merupakan seorang pemudik yang tengah melakukan perjalanan.
“Iya, dari identitas yang ditemukan, korban merupakan warga Cianjur. Saat ini jenazah sudah kami evakuasi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Edison.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan. Namun dari pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi menduga korban meninggal akibat kondisi kesehatan, kemungkinan karena kelelahan saat perjalanan.
Kasus pemudik meninggal seperti ini kerap terjadi saat arus mudik, terutama ketika seseorang memaksakan diri melakukan perjalanan tanpa istirahat yang cukup.
Polisi Imbau Pemudik Jaga Kondisi Fisik
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi fisik selama perjalanan mudik, terutama saat menempuh perjalanan jauh di malam hari.
Kurangnya istirahat, kelelahan, serta paparan udara dingin dapat memicu gangguan kesehatan serius, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Polisi menyarankan pemudik untuk memanfaatkan pos pelayanan yang tersedia di sepanjang jalur mudik untuk beristirahat atau melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan jika kondisi tubuh tidak fit. Segera beristirahat atau mencari bantuan di pos pelayanan terdekat,” tegas Edison.***




















