CIANJUR TIMES – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad nelayan di Cidaun, Ujang Agus (42), pada Rabu (4/3). Korban merupakan nahkoda perahu “Doa Ibu 82” yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan selatan Cianjur.
Petugas menemukan jasad korban di pesisir Pantai Cidamar, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun. Lokasi tersebut berjarak sekitar 17 kilometer dari Muara Ciujung, tempat warga pertama kali menemukan perahu korban dalam kondisi tanpa awak pada Selasa sebelumnya.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan tim gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan warga mengenai perahu kosong yang terdampar di pantai.
“Setelah menerima laporan, personel Satpolairud Polres Cianjur bersama Basarnas dan masyarakat nelayan langsung melakukan pencarian. Pada hari kedua, tim menemukan jasad nelayan di Cidaun tersebut di pesisir Pantai Cidamar,” ujar Alexander, Rabu (4/3).
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Satpolairud Polres Cianjur, Polsek Cidaun, Basarnas, serta nelayan setempat yang membantu proses penyisiran.
Perahu Ditemukan Lebih Dulu
Sebelumnya, warga menemukan perahu “Doa Ibu 82” terombang-ambing hingga akhirnya kandas di sekitar Muara Ciujung. Saat memeriksa perahu tersebut, warga tidak menemukan siapa pun di dalamnya.
Temuan itu langsung mereka laporkan ke Polsek Cidaun. Polisi kemudian mengamankan perahu dan mengidentifikasi pemiliknya melalui dokumen yang tersimpan di dalam kapal.
Kasat Polairud Polres Cianjur AKP Asep Machmud menjelaskan bahwa perahu tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian.
“Dari dokumen di perahu, kami mengetahui bahwa nahkoda kapal bernama Ujang Agus, warga Kampung Pelita Pesawahan, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Informasi itu menjadi dasar bagi tim untuk melakukan pencarian,” jelas Asep.
Tim SAR kemudian membagi pencarian menjadi dua jalur, yaitu penyisiran darat di sepanjang garis pantai dan penyisiran laut menggunakan kapal patroli.
Terbalik Akibat Gelombang Tinggi
Dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi, petugas menduga perahu korban terbalik setelah dihantam gelombang tinggi saat korban sedang mencari ikan.
Saat kejadian, kondisi cuaca di perairan selatan cukup ekstrem dengan gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi tersebut membuat tidak ada nelayan lain yang melihat langsung peristiwa jatuhnya korban ke laut.
Berdasarkan dugaan, arus laut yang kuat membawa tubuh korban hingga sejauh belasan kilometer dari lokasi perahu.
Setelah menemukan jasad nelayan di Cidaun tersebut, petugas langsung mengevakuasi jenazah ke puskesmas terdekat untuk menjalani visum luar. Polisi kemudian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Polisi Imbau Nelayan Waspadai Cuaca Ekstrem
Polres Cianjur mengimbau para nelayan yang beraktivitas di perairan selatan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut.
Wilayah pesisir selatan yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia kerap mengalami gelombang tinggi dan angin kencang, terutama saat cuaca buruk.
Petugas meminta nelayan memantau informasi cuaca dari BMKG serta melengkapi perahu dengan peralatan keselamatan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.
Peristiwa ini juga meninggalkan duka bagi komunitas nelayan di pesisir selatan Cianjur dan Sukabumi. Namun solidaritas warga dan nelayan dalam membantu pencarian menunjukkan kuatnya kebersamaan di tengah masyarakat pesisir.
Dengan penemuan jasad nelayan di Cidaun tersebut, tim SAR resmi menghentikan operasi pencarian.




















