Cianjur Times – Aksi brutal sekelompok orang bermotor di Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, memicu keresahan warga. Gerombolan tersebut menyerang warga secara membabi buta saat mereka sedang berkumpul di sebuah warung pada Minggu (1/3) dini hari. Polres Cianjur kini memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut. Pihak kepolisian berkomitmen menindak tegas semua pelaku aksi premanisme jalanan ini.
Petugas kepolisian sudah bergerak cepat ke lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Hasil pantauan awal menunjukkan para pelaku membawa senjata tajam untuk meneror korban. Saat ini, tim penyidik sedang melacak identitas kelompok Geng Motor di Cianjur tersebut guna mengakhiri ketakutan masyarakat.
Kapolres Cianjur, AKBP A Aleksander Yurikho Hadi, menegaskan jajarannya terus mendalami motif penyerangan. Beliau memastikan polisi tidak akan membiarkan tindakan kriminal merusak ketertiban umum. Pengungkapan kasus ini menjadi prioritas utama kepolisian. Tujuannya adalah untuk mengembalikan rasa aman warga menjelang bulan suci Ramadan.
“Kami terus memantau penyerangan tersebut secara ketat. Petugas berupaya mencari tahu penyebab kejadian ini secara mendalam. Kami ingin kasus ini segera menjadi terang benderang,” tegas AKBP A Aleksander Yurikho Hadi saat memberikan keterangan resmi.
Fokus Pengejaran Pelaku Bersenjata Tajam di Pacet
Pihak kepolisian saat ini fokus menangkap pelaku yang membawa senjata tajam. Tindakan kelompok tersebut di wilayah Pacet termasuk pelanggaran hukum berat. Senjata tajam sangat membahayakan nyawa orang lain di tempat umum. Oleh karena itu, Polres Cianjur menerjunkan tim khusus untuk menyisir persembunyian para pelaku.
AKBP Aleksander meminta dukungan dan doa dari seluruh lapisan masyarakat. Beliau berharap proses pengejaran ini membuahkan hasil dalam waktu dekat. Polisi menolak memberikan ruang bagi siapa pun yang merusak kondusivitas wilayah. Penegakan hukum yang tegas diharapkan memberikan efek jera bagi anggota Geng Motor di Cianjur lainnya.
“Mohon doa agar kami bisa segera menemukan pelaku yang menggunakan senjata tajam. Kami berharap bisa mengungkap pelakunya secara tuntas dalam waktu dekat,” tambah Kapolres dengan nada bicara yang tegas.
Antisipasi Melalui Patroli Skala Besar
Polres Cianjur segera meningkatkan intensitas patroli kewilayahan setelah insiden di Desa Cibodas. Petugas akan menyisir titik rawan kemacetan dan pusat keramaian di seluruh wilayah Cianjur. Fokus utama patroli berada di wilayah Kecamatan Pacet. Langkah ini bertujuan mencegah aksi serangan balasan antar kelompok pemotor.
Kepolisian juga menjalin koordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparat desa. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan (Siskamling). AKBP Aleksander mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu media sosial. Polisi menjamin keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas tertinggi.
“Kami memiliki komitmen penuh untuk menjaga kondusivitas wilayah Cianjur. Siapa pun yang melakukan tindak pidana di jalanan pasti akan kami proses hukum,” pungkas AKBP A Aleksander menutup pernyataannya.
Kronologi Berdasarkan Rekaman Kamera Pengawas
Sebelumnya, warga kawasan Puncak geger akibat beredarnya rekaman CCTV aksi brutal tersebut. Video berdurasi 31 detik memperlihatkan belasan orang menyerang sekelompok pemuda pada pukul 01.12 WIB. Pelaku datang sambil berteriak provokatif. Mereka langsung merusak fasilitas warung milik warga secara anarkis.
Serangan mendadak itu menyebabkan kerusakan pada meja dan kursi warung. Para korban terlihat sangat ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan bukti tambahan. Petugas ingin memastikan apakah aksi Geng Motor di Cianjur ini berkaitan dengan konflik lama atau kriminalitas murni.
Kepolisian meminta masyarakat segera melapor melalui Call Center 110 jika melihat pergerakan mencurigakan. Kesigapan warga sangat membantu polisi mencegah jatuhnya korban jiwa. Penanganan kasus ini menjadi ujian penting bagi aparat dalam menjamin kenyamanan ibadah warga di bulan puasa.




















