Menu

Mode Gelap
50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ Tukang Ojek di Cibeber Cianjur Diserang Saat Pulang, Alami Luka Serius dan Motor Hilang

Berita

Antisipasi Bencana, BPBD Mulai Relokasi Korban Terdampak Pergeseran Tanah di Dua Kecamatan Cianjur Selatan

badge-check

Antisipasi Bencana, BPBD Mulai Relokasi Korban Terdampak Pergeseran Tanah di Dua Kecamatan Cianjur Selatan Perbesar

CIANJUR TIMES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memulai relokasi korban terdampak pergeseran tanah di dua kecamatan wilayah selatan, yakni Kadupandak dan Takokak. Keputusan ini merupakan hasil kajian Pusat Vulkanologi Mitigasi Geologi (PVMBG) mengingat pergeseran tanah masih aktif terjadi di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Cianjur, Nurzen, mengatakan dari 16 kecamatan yang terdampak pergerakan tanah di tahun 2024, baru beberapa desa di dua kecamatan tersebut yang akan mendapat relokasi.

“Beberapa titik dengan jumlah rumah yang terdampak cukup banyak akan mendapat relokasi secara kelompok. Dan lahan akan pemerintah siapkan seperti di Kecamatan Kadupandak dan Takokak,” katanya di Cianjur, Jumat (12/12/2025).

Pemerintah Siapkan Lahan, Bantuan Stimulan Tetap Turun

Nurzen menjelaskan, lahan untuk relokasi korban terdampak pergeseran tanah secara kelompok sudah tersedia. Semua masuk dalam pekerjaan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Cianjur. Namun, BPBD juga memperbolehkan masyarakat melakukan relokasi secara mandiri, asalkan lahan barunya aman dari titik pergeseran tanah.

Bagi warga yang melakukan relokasi mandiri ke tanah lain yang aman, mereka tetap akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari pemerintah. Sama seperti relokasi kelompok. Nominal bantuan stimulan yang warga terima dengan tingkat kerusakan rumah:

  • Rusak Ringan: Rp15 juta
  • Rusak Sedang: Rp30 juta
  • Rusak Berat: Rp60 juta

“Kami menargetkan relokasi korban terdampak pergeseran tanah dan bantuan dana stimulan perbaikan rumah terdampak di 16 kecamatan dapat terlaksana di tahun 2026,” ujar Nurzen. Jumlah penerima total bantuan berkurang dari usulan awal sekitar 4.199 Kepala Keluarga (KK).

Nurzen menambahkan, total 893 KK korban pergeseran tanah yang rumahnya rusak berat juga telah menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp500 ribu per KK, sesuai hasil verifikasi Disperkimtan Cianjur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

16 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Paskibraka cianjur

Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

15 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kebakaran Gunung

Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan

15 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

14 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Apel Kebangsaan

MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ

14 Agustus 2026 - 19:59 WIB

mendadak dj
Trending di Berita