Menu

Mode Gelap
Usai Berselisih dengan Perusahaan, Eks Driver QL Agrofood Cianjur Pilih Menjadi Trader Saham Pedagang Keliling Diduga Tenggelam di Waduk Cirata, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Realisasi Investasi Cianjur Semester I 2026 Capai Rp1,33 Triliun, Industri Pengolahan Masih Mendominasi Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Dokumentasikan Pengecoran Jalan di Curug Opat Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS

Berita

Tembus Rp110 Ribu per Kilogram, Kenaikan Harga Cabai Cianjur Dipicu Cuaca Buruk

badge-check

ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES – Menjelang akhir tahun, pasar-pasar tradisional di Cianjur, termasuk Pasar Cipanas dan Pasar Muka Ramayana, mengalami lonjakan signifikan pada harga komoditas pangan, terutama cabai. Kenaikan Harga Cabai Cianjur ini terjadi secara bertahap sejak September dan dipicu oleh pasokan yang menurun akibat cuaca buruk serta tingginya permintaan akhir tahun.

Di Pasar Cipanas, Imas (50), seorang penjual cabai, mengatakan harga cabai domba telah meroket dari Rp60.000 menjadi sekitar Rp90.000 per kilogram. Sementara cabai keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

“Bertahap naiknya, dari bulan September sampai sekarang jadi Rp90.000. Antara semua yang paling tinggi memang cabai,” kata Imas pada Selasa (9/12/2025). Ia memperkirakan, harga cabai bisa terus naik hingga mencapai Rp100.000–Rp120.000 per kilogram saat puncak momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Penjualan Pedagang Anjlok

Kondisi serupa terjadi di Pasar Muka Ramayana. Wandi (26), penjual cabai dan sayuran, menyampaikan Kenaikan Harga Cabai Cianjur jenis rawit mencapai kisaran Rp100.000 per kilogram, dan berpotensi naik lagi.

Rincian kenaikan di Pasar Muka Ramayana:

  • * Cabai Domba: Awalnya Rp80.000, naik menjadi Rp110.000 per kilogram.
  • * Cabai Keriting Merah: Dari Rp50.000, naik menjadi Rp60.000 per kilogram.
  • * Cabai Tanjung: Dari Rp50.000, naik menjadi Rp60.000 per kilogram.

Wandi menjelaskan, tren kenaikan pasti terjadi hingga awal tahun karena faktor cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen dan kurangnya pasokan.

Kenaikan harga ini berdampak besar pada omset pedagang. Wandi mengaku omsetnya turun sekitar 30%, dari Rp10 juta menjadi sekitar Rp7 juta per hari. “Jelas berkurang lah. Pembeli biasanya beli banyak, sekarang jadi sedikit-sedikit karena mahalnya harga,” keluhnya.

Komoditas Lain Turut Terpukul

Kenaikan Harga Cabai Cianjur juga diikuti oleh komoditas lain. Bawang merah naik dari Rp40.000 menjadi Rp55.000, bawang putih dari Rp35.000 menjadi Rp40.000, dan tomat melonjak dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Di Pasar Induk Cianjur, pedagang Herdansah (40) mencatat kenaikan cabai hampir dua kali lipat. Ia menduga selain faktor cuaca dan Nataru, keberadaan MBG (kemungkinan merujuk pada Marketplace atau distributor besar) juga memengaruhi sepinya penjualan pengecer kecil.

“Jualan nurun. Harga aja yang naik. Untuk omset biasanya Desember tahun lalu itu perharinya bisa dapat Rp1,5 juta, kalau sekarang perharinya sekitar Rp800.000 saja,” pungkas Herdansah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Usai Berselisih dengan Perusahaan, Eks Driver QL Agrofood Cianjur Pilih Menjadi Trader Saham

28 Juli 2026 - 20:24 WIB

trader saham

Pedagang Keliling Diduga Tenggelam di Waduk Cirata, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

28 Juli 2026 - 19:12 WIB

tenggelam di waduk cirata

Realisasi Investasi Cianjur Semester I 2026 Capai Rp1,33 Triliun, Industri Pengolahan Masih Mendominasi

28 Juli 2026 - 18:32 WIB

Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Dokumentasikan Pengecoran Jalan di Curug Opat

27 Juli 2026 - 20:40 WIB

mahasiswa KKN IAI Al-Azhary

Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat

27 Juli 2026 - 20:06 WIB

BKPSDM
Trending di Berita