Menu

Mode Gelap
Kades di Kecamatan Sukaresmi Klarifikasi Isu Intimidasi dalam Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Cianjur Jalur Puncak–Cianjur Kembali Normal, Usa Pohon Tumbang di Cugenang yang Tewaskan Seorang Pengendara Bansos PKH dan BPNT Cair April 2026, 335 Ribu Warga Cianjur Terdaftar sebagai Penerima Kementerian PU Tutup Drainase Terbuka di Jalur Puncak Cianjur Usai Insiden Pasutri Hanyut Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukaresmi, Keluarga Desak Proses Hukum dan Pendampingan Korban Isu Harga BBM Naik 1 April 2026, Hiswana Migas Cianjur Pastikan Hoaks dan Stok Aman

Berita

Pilu! Warga Tandu Lansia di Cianjur Gara-gara Akses Jalan Sempit Tak Bisa Dilewati Mobil

badge-check


					tangkapan layar video saat warga Kampung Bojonghuni, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku menandu serang lansia karena akses jalan yang sempit tidak bisa dilalui Ambulan. Perbesar

tangkapan layar video saat warga Kampung Bojonghuni, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku menandu serang lansia karena akses jalan yang sempit tidak bisa dilalui Ambulan.

CIANJUR TIMES – Sebuah kejadian pilu terekam di Cianjur, ketika seorang lansia sakit parah harus ditandu menggunakan sarung dan bambu karena ambulans tidak bisa menjangkau rumahnya. Peristiwa yang terjadi di Kampung Bojonghuni, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku, ini menyoroti minimnya infrastruktur jalan yang sudah menjadi masalah menahun.

Dalam video yang beredar, dua warga terlihat menandu seorang lansia bernama H. Karnudin (80) melalui gang sempit sejauh ratusan meter. Nura (28), seorang warga setempat, mengatakan lansia tersebut ditandu karena kondisinya sangat lemah dan tidak mampu duduk di sepeda motor.

“Kejadiannya Jumat (29/8) malam. Dari rumahnya ke jalan besar tempat ambulans menunggu itu 300 meter. Jadi ditandu sejauh itu. Karena duduk di sepeda motor pun sudah tidak bisa,” kata Nura, Senin (1/9/2025).

Menurut warga, kondisi ini sudah terjadi selama puluhan tahun. Mereka sering kali harus menandu warga yang sakit atau ibu hamil menuju jalan utama. Selain itu, hasil panen pun harus warga angkut dengan cara dipanggul atau menggunakan sepeda motor karena akses mobil yang tidak ada.

Warga sudah berulang kali mengajukan permohonan pelebaran jalan, bahkan siap menyumbangkan tanah dan bangunan mereka. Namun, rencana ini selalu gagal terealisasi.

Camat Cilaku, Deni Widya Lesmana, membenarkan bahwa lokasi tersebut merupakan jalan gang yang tidak bisa masuk kendaraan roda empat. Ia menjelaskan, pemerintah sudah sempat berdiskusi dengan warga untuk pelebaran jalan.

“Sempat ada rencana pelebaran. Warga juga siap urunan untuk pembebasan tanahnya. Tapi ada satu lokasi yang pemiliknya tidak menjual tanah dan bangunannya, sehingga nanti sulit. Kalau dari depan lebar tapi di tengah-tengahnya sempit kan jadinya tetap tidak bisa jadi akses mobil,” kata Deni.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kades di Kecamatan Sukaresmi Klarifikasi Isu Intimidasi dalam Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Cianjur

3 April 2026 - 20:02 WIB

kasus pencabulan di sukaresmi

Jalur Puncak–Cianjur Kembali Normal, Usa Pohon Tumbang di Cugenang yang Tewaskan Seorang Pengendara

3 April 2026 - 19:42 WIB

pohon tumbang

Bansos PKH dan BPNT Cair April 2026, 335 Ribu Warga Cianjur Terdaftar sebagai Penerima

3 April 2026 - 19:20 WIB

cara cek bansos pkh bpnt

Kementerian PU Tutup Drainase Terbuka di Jalur Puncak Cianjur Usai Insiden Pasutri Hanyut

3 April 2026 - 11:05 WIB

drainase di jalur puncak

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukaresmi, Keluarga Desak Proses Hukum dan Pendampingan Korban

3 April 2026 - 10:01 WIB

kasus pencabulan di sukaresmi
Trending di Berita