CIANJUR TIMES, Cipanas – RSUD Cimacan menggelar pelatihan kesiapsiagaan bagi petugas keamanan dan juru parkir sebagai bagian dari program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petugas nonmedis dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan rumah sakit.
Pelatihan diberikan kepada petugas yang sehari-hari bertugas di area pelayanan dan lingkungan rumah sakit. Mereka dinilai memiliki peran penting dalam mendukung respons awal ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan sebelum tim medis atau petugas terkait melakukan penanganan lebih lanjut.
Direktur RSUD Cimacan, dr. Cok Gd Agung Dharma Putra, mengatakan peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem kode darurat atau emergency code. Kode tersebut digunakan rumah sakit untuk menginformasikan berbagai situasi khusus kepada seluruh petugas.
“Seperti Code Pink, Code Blue, Code Red, Code Green dan Code Black,” ujar dr. Cok Gd Agung Dharma Putra saat kegiatan pelatihan, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, setiap kode memiliki arti dan prosedur penanganan yang berbeda. Penggunaan Code Red untuk kondisi kebakaran, Code Blue untuk pasien yang mengalami henti jantung atau kondisi medis darurat, Code Green untuk situasi evakuasi akibat bencana. Lalu, Code Pink berkaitan dengan keamanan bayi, sedangkan Code Black untuk kondisi ancaman keamanan tertentu sesuai prosedur rumah sakit.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapat pemahaman mengenai peran masing-masing saat kode darurat muncul. Petugas keamanan, misalnya, bertugas membantu pengaturan akses, pengamanan area, serta mendukung proses evakuasi.
Selain Emergency Code, Pelatihan BHD
Selain materi emergency code, peserta mendapatkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Ini adalah upaya meningkatkan kemampuan pertolongan pertama pada kondisi darurat medis.
“…serta pelatihan BHD dan penggunaan APAR sebagai langkah awal penanganan keadaan darurat di lingkungan kerja,” kata dr. Cok.
Pelatihan juga mencakup penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan awal kebakaran. Instruktur memperagakan cara penggunaan APAR yang benar. Hal ini agar petugas dapat merespons secara cepat ketika menemukan titik api sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Petugas juru parkir turut mendapatkan pemahaman mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul darurat. Pengetahuan tersebut penting karena mereka berperan dalam mengatur arus kendaraan serta membantu kelancaran proses evakuasi saat terjadi keadaan darurat.
Menurut dr. Cok, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga seluruh unsur yang bekerja di lingkungan rumah sakit.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, RSUD Cimacan melayani dengan hati dan cinta,” pungkasnya.***










