Menu ✖

Mode Gelap
Disdikpora Cianjur Catat 921 Lulusan SMP Tak Lanjut Pendidikan Formal NCI dan MBM Mulai Gerakan Bersih Masjid di Cianjur, Masjid Al Hadi Jadi Lokasi Perdana Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

Berita

Polisi Amankan Puluhan Remaja di Cianjur, Kedapatan Bawa Senjata Api Palsu yang Meresahkan

badge-check

Polisi Amankan Puluhan Remaja di Cianjur, Kedapatan Bawa Senjata Api Palsu yang Meresahkan Perbesar

Cianjur Times – Ketenangan warga di wilayah Kecamatan Cianjur terusik oleh aksi sekelompok remaja yang melakukan tindakan provokatif di muka umum. Masyarakat melaporkan adanya gerombolan pemuda yang terlihat menenteng benda menyerupai senjata api saat dini hari. Laporan tersebut langsung memicu kekhawatiran massal akan adanya ancaman kekerasan bersenjata yang membahayakan nyawa warga sekitar.

Merespons laporan yang masuk berulang kali melalui Call Center 110, jajaran Polres Cianjur segera mengambil tindakan taktis. Tim Jago Presisi langsung terjun ke lokasi kejadian pada Sabtu (28/2) dini hari untuk melakukan pengamanan. Polisi bertindak cepat guna memastikan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan konflik fisik yang lebih luas di tengah pemukiman warga.

Kapolres Cianjur, AKBP A Aleksander Yurikho Hadi, memberikan konfirmasi resmi terkait penangkapan kelompok remaja tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ketakutan warga berasal dari sebuah benda yang secara visual menipu mata. Setelah polisi melakukan pemeriksaan secara mendetail, benda yang memicu geger tersebut ternyata bukanlah senjata organik mematikan.

“Yang cukup menarik, dari mereka yang kami amankan, salah satunya memang membawa benda yang secara visual sangat mirip dengan senjata api. Akan tetapi, faktanya benda tersebut hanyalah pemantik api yang digunakan untuk merokok,” ungkap AKBP Aleksander saat diwawancarai awak media di Mapolres Cianjur, Minggu (1/3).

Dampak Psikologis Akibat Senjata Api Palsu

Meskipun benda tersebut merupakan Senjata Api Palsu yang berfungsi sebagai korek gas, AKBP Aleksander menekankan bahwa dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Penggunaan benda tersebut di tempat umum secara sengaja atau tidak telah memicu kepanikan luar biasa. Hal ini mengganggu ketertiban umum karena masyarakat tidak dapat membedakan secara langsung antara benda asli dengan replika dalam kondisi pencahayaan minim.

Frekuensi laporan yang masuk ke saluran pengaduan Polri menunjukkan betapa seriusnya teror psikologis yang timbul. Polisi menilai tindakan membawa benda yang menyerupai alat pertahanan negara sebagai bentuk tindakan meresahkan. Oleh karena itu, petugas langsung melakukan langkah pengamanan untuk menghindari potensi aksi main hakim sendiri dari warga yang merasa terancam.

“Hal tersebut cukup meresahkan, terbukti dengan masyarakat melapor berkali-kali ke saluran 110. Berdasarkan pengaduan itu, kami langsung bertindak untuk melakukan pengamanan dan pembinaan terhadap semua remaja yang terlibat,” tambahnya menekankan risiko penggunaan Senjata Api Palsu di area publik.

Temuan Rencana Tawuran Jelang Ramadan

Selain menyita korek api berbentuk pistol tersebut, polisi juga turut mengamankan 36 remaja lainnya yang berada di lokasi. Petugas tidak hanya berhenti pada penggeledahan fisik, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap jejak digital pada ponsel milik para remaja. Hasil pemeriksaan ini mengungkap fakta lain yang sangat krusial bagi keamanan wilayah Cianjur menjelang bulan puasa.

Polisi menemukan bukti rencana aksi tawuran antar kelompok yang akan mereka lakukan selama bulan suci Ramadan. Dari percakapan di aplikasi pesan singkat, para remaja ini sudah menentukan lokasi serta waktu untuk melakukan friksi. Pengamanan dini ini secara efektif mematahkan rencana kekerasan jalanan yang bisa saja menelan korban jiwa jika polisi tidak segera bertindak.

“Ternyata banyak di antara mereka masih di bawah umur. Dari hasil trace HP, jika tidak segera kita amankan, kemungkinan besar akan terjadi friksi atau tawuran antar kelompok saat Ramadan nanti,” jelas Kapolres mengenai bahaya laten di balik perkumpulan tersebut.

Imbauan Tegas bagi Orang Tua di Cianjur

Menyikapi fenomena ini, AKBP Aleksander memberikan imbauan keras kepada para orang tua di wilayah Kabupaten Cianjur. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh untuk memantau perilaku serta barang bawaan anak-anak mereka. Pengawasan ekstra sangat diperlukan terutama bagi anak yang sering berkumpul hingga larut malam atau membawa benda mencurigakan seperti Senjata Api Palsu.

Kepolisian berkomitmen akan menindak tegas siapapun yang mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan. Patroli rutin akan terus menyisir titik-titik rawan kerumunan guna memastikan tidak ada lagi aksi provokatif yang merugikan masyarakat. Polisi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pemuda agar tidak bermain-main dengan benda yang dapat memicu keresahan publik.

“Pilihannya jelas, apakah ingin berlebaran di tengah keluarga atau justru mendekam di penjara. Kami tidak akan segan menindak siapapun yang mengganggu kekhusyukan bulan Ramadan di Cianjur dengan cara apa pun,” tutup AKBP Aleksander mengakhiri pernyataannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Disdikpora Cianjur Catat 921 Lulusan SMP Tak Lanjut Pendidikan Formal

3 Oktober 2026 - 04:16 WIB

sekolah

NCI dan MBM Mulai Gerakan Bersih Masjid di Cianjur, Masjid Al Hadi Jadi Lokasi Perdana

1 Oktober 2026 - 13:24 WIB

NCI

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community
Trending di Berita