Menu

Mode Gelap
Modus Pura-pura Beli HP, Pria di Cianjur Bawa Kabur Motor Korban, Ditangkap Polisi Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bupati Cianjur: Jangan Pernah Lelah Menyayangi dan Melindungi Anak Kontainer Tabrak Pohon di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Arus Lalu Lintas Lumpuh 1,5 Jam Pedagang Kelapa Parut di Pasar Muka Cianjur Tewas Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Cianjur Jadi Percontohan SI-GAPURA Jabar, Ramzi: Layanan Guru di Daerah Terpencil Harus Semakin Optimal

Berita

Mantan Kadisbudpar Cianjur Akui Diperiksa Polisi Terkait Retribusi Wisata Cibodas, CRC Ungkap Dugaan Kejanggalan

badge-check

Mantan Kadisbudpar Cianjur Akui Diperiksa Polisi Terkait Retribusi Wisata Cibodas, CRC Ungkap Dugaan Kejanggalan Perbesar

CIANJURTIMES, Cianjur – Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Cianjur, Pratama Nugraha Emmawan, yang kini menjabat Sekretaris DPRD Cianjur, mengakui telah dimintai keterangan oleh Polda Jabar terkait dugaan korupsi retribusi kawasan wisata Cibodas.

“Iya sudah, minggu lalu, itu mah ngobrol bukan pemeriksaan. Ngobrol soal data-data tentang pengelolaan di kawasan wisata Cibodas. Soal tunggakan pihak ketiga juga dibahas, tapi itu kan sudah masuk ke piutang negara,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/2/2025).

Pratama membantah bahwa pemeriksaannya dilakukan pada hari Senin, seperti yang diberitakan sebelumnya. Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan, mengklaim bahwa pihaknya mendapat informasi bahwa Polda Jabar telah memeriksa Pratama dan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur, Yudi Pratidi, pada hari Senin.

“Ya, setelah memeriksa Kadisbudpar, informasinya hari Senin Polda Jabar memeriksa Pratama dan Yudi. Terkait pengaduan masyarakat soal dugaan korupsi retribusi di kawasan wisata Cibodas,” kata Anton, Selasa (11/2/2025).

Anton juga mengklaim memiliki data sejumlah kejanggalan mengenai penarikan retribusi di kawasan wisata Cibodas.

“Kami memiliki 4 data atau dugaan kejanggalan penarikan retribusi wisata Cibodas. Namun kali ini kita bahas 2 kejanggalan dulu. Dugaan penyimpangan atau dugaan korupsinya sangat kuat,” ungkapnya.

Kejanggalan pertama, Anton memaparkan, pihak ketiga yang melakukan penarikan retribusi, yaitu PT Baradhuta Jaya Sakti (BJS), belum sepenuhnya memenuhi kewajibannya membayar kontribusi sesuai perjanjian dengan Disbudpar Cianjur.

Dari total kontribusi yang harus dibayar tahun 2022 sebesar Rp3,6 M, PT BJS hanya menyetorkan Rp2.617.336.000, sehingga terdapat tunggakan sebesar Rp984.762.954.

“Padahal berdasarkan data jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tujuan wisata yang ada pada Disbudpar Cianjur. Jumlah wisatawan yang datang ke Kebun Raya Cibodas pada tahun 2022 berjumlah sebanyak 452.641 orang,” paparnya.

Anton menjelaskan, jika jumlah kunjungan tersebut dikalikan dengan tarif 3 jenis retribusi yang ditarik oleh PT BJS, maka total pendapatan retribusi yang ditarik oleh PT BJS pada 2022 sebesar Rp8.147.538.000.

“Itu terdiri dari retribusi tempat wisata dan olahraga 452.641 orang dikalikan Rp7.000 yakni Rp3.168.487.000. Lalu retribusi kebersihan 452.641 orang dikalikan Rp5.000 sebesar Rp2.263.205.000. Sedangkan retribusi parkir 452.641 orang dikalikan Rp6.000 sebesar Rp2.715.846.000. Pertanyaannya, kenapa bisa sampai nunggak, kan pendapatannya jauh melebihi dari target?” bebernya.

Tunggakan Retribusi Cibodas Mencapai Rp2 miliar Lebih

Kejanggalan kedua, lanjut Anton, pada 2023 PT BJS kembali tidak memenuhi kewajibannya membayar kontribusi sesuai perjanjian. Dari total kontribusi yang harus dibayar sebesar Rp3.3 M, PT BJS hanya menyetorkan Rp740.630.000.

Akibatnya, terdapat tunggakan sebesar Rp2.561.929.370.

“Padahal berdasarkan data jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tujuan wisata yang ada pada Disbudpar Cianjur, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan wisata Cibodas pada 2023 sebanyak 582.300 orang,” ungkapnya.

Jika dikalikan dengan tarif 3 jenis retribusi yang ditarik oleh PT BJS, sambung Anton, maka total pendapatan retribusi yang ditarik PT BJS pada 2023 sebesar Rp10.481.400.000.

“Itu terdiri dari retribusi tempat wisata dan olahraga, 582.300 orang dikalikan Rp7.000 adalah Rp4.076.100.000. Retribusi kebersihan, 582.300 orang dikalikan Rp5.000 adalah Rp2.911.500.000. Lalu retribusi Parkir, 582.300 orang dikalikan Rp6.000 adalah Rp3.493.800.000. Pertanyaannya sama seperti sebelumnya, kenapa bisa sampai nunggak, kan pendapatannya jauh melebihi dari target? Besok kita buka kejanggalan lainnya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, di saat perhatian publik Cianjur tertuju pada KPU Cianjur yang menetapkan Wahyu-Ramzi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Cianjur terpilih, muncul kabar mengejutkan sejumlah kepala dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur diperiksa Polda Jawa Barat (Jabar).

Pemeriksaan tersebut diduga terkait dugaan korupsi pemungutan retribusi di objek wisata kawasan Cibodas, Kecamatan Cipanas, Cianjur tahun anggaran 2021 hingga 2024. Retribusi yang dimaksud antara lain retribusi wisata, kebersihan dan parkir.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cianjur, Asep Suparman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pemeriksaan oleh Polda Jabar dilakukan pada 14 Januari 2025.

“Iya benar, saya pernah dipanggil Polda Jabar terkait adanya pengaduan masyarakat soal pengelolaan wisata Cibodas,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/2/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Modus Pura-pura Beli HP, Pria di Cianjur Bawa Kabur Motor Korban, Ditangkap Polisi

23 Juli 2026 - 18:07 WIB

Penipuan Sepeda Motor

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bupati Cianjur: Jangan Pernah Lelah Menyayangi dan Melindungi Anak

23 Juli 2026 - 16:43 WIB

Hari Anak Nasional

Kontainer Tabrak Pohon di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Arus Lalu Lintas Lumpuh 1,5 Jam

23 Juli 2026 - 15:35 WIB

Kontainer tabrak pohon

Pedagang Kelapa Parut di Pasar Muka Cianjur Tewas Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam

22 Juli 2026 - 16:27 WIB

Pedagang kelapa Cianjur

Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary

21 Juli 2026 - 16:46 WIB

KKN IAI Al-Azhary
Trending di Berita