CIANJUR TIMES, Cipanas – RSUD Cimacan Kabupaten Cianjur terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Poe Ibu (Sapoe Sarebu) sebagai bentuk kepedulian sosial. Program ini dijalankan melalui semangat rereongan atau gotong royong dengan menggalang donasi sukarela untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Direktur RSUD Cimacan, dr. Cok Gd Agung Dharma Putra, menyampaikan bahwa Gerakan Poe Ibu menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai kebersamaan di lingkungan rumah sakit.
“Gerakan Rereongan Poe Ibu RSUD Cimacan menjadi wujud nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Satu langkah kecil kita, berarti besar bagi orang lain,” ujar dr. Cok Agung.
BACA JUGA : Sentuhan Spiritual di Ruang Rawat, RSUD Cimacan Hadirkan Program WAROIS
Ia menjelaskan, kegiatan yang rutin manajemen laksanakan ini bertujuan membantu warga kurang mampu, terutama dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan maupun pendidikan.
Gerakan Poe Ibu sendiri merupakan program Pemerintah Kabupaten Cianjur yang bertujuan menghidupkan kembali budaya rereongan di tengah masyarakat. Program ini mulai berlangsung sejak Oktober 2025 oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama Wakil Bupati Ramzi dalam Apel Hari Kesadaran Nasional.
Bupati Wahyu menegaskan bahwa gerakan tersebut berlandaskan nilai budaya Sunda, seperti silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih jagaan.
“Gerakan ini bukan pungutan atau kewajiban, melainkan ajakan sukarela untuk saling membantu. Kebersamaan kecil yang dilakukan banyak orang dapat membawa perubahan besar. Terutama bagi warga tidak mampu yang membutuhkan bantuan cepat dan tepat,” tegas Bupati Wahyu.
Melalui konsistensi pelaksanaan Gerakan Poe Ibu, RSUD Cimacan ke depannya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Khususnya, di wilayah Cianjur Utara yang membutuhkan bantuan medis namun memiliki keterbatasan biaya.***

















1 Komentar