Menu

Mode Gelap
Penundaan Umrah Cianjur, Kementerian Haji Imbau Travel Tunda Keberangkatan Pemotor Tewas Terlindas Truk di Jalan Raya Bandung, Diduga Terjatuh Akibat Lubang Jalan Citimall Cianjur Ajak 25 Anak Yatim Bermain dan Berbelanja dalam Program CSR Ramadan Nelayan Hilang Misterius di Cidaun, Petugas Temukan Perahu Nelayan Terdampar di Pantai Suliwa Respons Cepat OJK dan BEI, Strategi Baru Perkuat Integritas IDX di Pasar Global Indonesia Masuk Status Merah, Pakar Ingatkan Risiko Fatal Wabah Campak

Berita

Nelayan Hilang Misterius di Cidaun, Petugas Temukan Perahu Nelayan Terdampar di Pantai Suliwa

badge-check


					Nelayan Hilang Misterius di Cidaun, Petugas Temukan Perahu Nelayan Terdampar di Pantai Suliwa Perbesar

Cianjur Times – Suasana tenang di pesisir selatan Kabupaten Cianjur mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan sebuah perahu nelayan terdampar tanpa awak. Insiden ini terjadi di kawasan Pantai Suliwa, Kampung Simpang 2, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, pada Selasa (3/3) pagi. Seorang nelayan bernama Ujang Agus (42) dilaporkan hilang misterius dan diduga kuat mengalami kecelakaan laut akibat hantaman ombak besar.

Penemuan perahu tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 05.30 WIB saat mereka hendak menuju pesisir. Perahu dengan tulisan “Doa Ibu 82” itu berada dalam posisi kandas di dekat muara Sungai Ciujung. Namun, warga yang melakukan pengecekan tidak menemukan keberadaan nahkoda maupun Anak Buah Kapal (ABK) di sekitar lokasi penemuan.

Petugas kepolisian segera bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari saksi mata bernama Abah Unang (67) dan Hakim (45). Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, membenarkan bahwa perahu milik nelayan tersebut berada di bibir pantai dalam keadaan kosong saat warga menemukannya. Polisi menduga kuat bahwa korban terhempas dari kapal sebelum akhirnya perahu tersebut tersapu ombak menuju daratan.

“Kami sudah memonitor kejadian ini. Anggota langsung menuju lokasi penemuan begitu mendapati laporan ada perahu nelayan terdampar tanpa ABK di dalamnya. Tim gabungan berupaya keras menyisir area pantai untuk mencari keberadaan korban,” ujar AKBP A Alexander Yurikho Hadi saat memberikan keterangan kepada media.

Identitas Korban dan Proses Olah TKP

Berdasarkan hasil identifikasi petugas, korban yang hilang merupakan nelayan asal Kabupaten Sukabumi. Ujang Agus tercatat sebagai warga Kampung Pelita Pesawahan, Desa Pelabuhan Ratu. Sebelum kejadian, rekan-rekan sesama nelayan sempat melihat korban berlayar menuju tengah laut untuk mencari ikan. Namun, cuaca yang fluktuatif di perairan selatan kemungkinan menjadi faktor penyebab kecelakaan laut tersebut.

Kasat Polairud Polres Cianjur, AKP Asep Machfud, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim gabungan. Petugas dari Polsek Cidaun, Satpolairud, dan Babinpotmar TNI AL bekerja sama untuk mengamankan barang bukti berupa perahu dan memintai keterangan sejumlah saksi mata di sekitar muara Sungai Ciujung.

“Petugas segera mengevakuasi perahu yang terdampar tersebut ke tempat yang lebih aman. Kami terus menggali informasi dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat pertama kali perahu ditemukan kandas tanpa nahkoda,” kata AKP Asep Machfud menjelaskan langkah awal kepolisian.

Operasi SAR Gabungan dan Perluasan Area Pencarian

Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan meningkatkan intensitas penyisiran guna menemukan titik terang keberadaan Ujang Agus. Pencarian tidak hanya terfokus di sepanjang garis Pantai Suliwa, tetapi juga hingga ke tengah laut yang menjadi lokasi koordinat korban mencari ikan. Petugas menggunakan kapal patroli untuk menyisir perairan dalam, sementara tim darat menyisir sepanjang pesisir hingga radius beberapa kilometer.

Kondisi gelombang laut selatan yang cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Tim SAR juga berkoordinasi dengan komunitas nelayan lokal agar segera melapor jika melihat tanda-tanda atau keberadaan korban di tengah laut. Koordinasi lintas sektoral ini krusial mengingat arus laut dapat membawa korban cukup jauh dari lokasi awal perahu nelayan terdampar.

“Operasi pencarian ini kami fokuskan di sekitar perairan Pantai Suliwa dan muara sungai. Kami juga menyisir ke tengah laut yang diduga menjadi lokasi awal terjadinya kecelakaan. Mohon doa agar kami bisa segera menemukan korban dalam keadaan selamat,” tambahnya.

Imbauan Keselamatan bagi Nelayan Cidaun

Tragedi hilangnya nelayan asal Sukabumi ini menjadi peringatan keras bagi para pencari ikan di wilayah Cidaun dan sekitarnya. Cuaca di pantai selatan Jawa terkenal sulit diprediksi dengan kemunculan ombak besar yang tiba-tiba. Pihak Satpolairud mengimbau agar para nelayan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti life jacket saat melaut dan tetap waspada terhadap peringatan dini dari BMKG.

Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dengan harapan besar korban dapat segera ditemukan. Kerjasama antara Polri, TNI AL, dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam menangani musibah kecelakaan laut di wilayah hukum Polres Cianjur. Petugas berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal hingga batas waktu operasional SAR berakhir.

Petugas mengharapkan warga dan nelayan setempat tetap tenang namun proaktif dalam membantu proses pencarian. Penemuan perahu nelayan terdampar “Doa Ibu 82” menjadi bukti fisik utama yang kini Polsek Cidaun amankan sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut mengenai sebab-musabab kecelakaan ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penundaan Umrah Cianjur, Kementerian Haji Imbau Travel Tunda Keberangkatan

5 Maret 2026 - 09:33 WIB

penundaan umrah cianjur

Pemotor Tewas Terlindas Truk di Jalan Raya Bandung, Diduga Terjatuh Akibat Lubang Jalan

5 Maret 2026 - 09:03 WIB

jalan raya bandung

Citimall Cianjur Ajak 25 Anak Yatim Bermain dan Berbelanja dalam Program CSR Ramadan

5 Maret 2026 - 08:42 WIB

Citimall Cianjur

Respons Cepat OJK dan BEI, Strategi Baru Perkuat Integritas IDX di Pasar Global

4 Maret 2026 - 10:02 WIB

idx

Indonesia Masuk Status Merah, Pakar Ingatkan Risiko Fatal Wabah Campak

4 Maret 2026 - 09:56 WIB

wabah campak
Trending di Berita